1. Review Pasar – Penutupan Jumat, 31 Oktober 2025
-
Indeks IHSG ditutup di 8.163,87 poin, turun sekitar 20,19 poin atau 0,25 %.
-
Meskipun IHSG melemah, investor asing mencatat net buy sekitar Rp 1,13 triliun di seluruh pasar BEI.
-
Volume perdagangan mingguan meningkat: rata-rata volume transaksi harian mencapai ~31,61 miliar saham, naik dari ~30,47 miliar sebelumnya. Nilai transaksi harian rata-rata sekitar Rp 22,63 triliun, naik ~1,55 % dari pekan sebelumnya.
-
Indikasi teknikal dari rumah riset: level support IHSG ~8.080-8.150, resistance ~8.250-8.300; jika gagal menembus resistance, potensi koreksi jangka pendek tetap ada.
-
Kondisi makro: Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (7-Day Reverse Repo Rate) di 4,75 %, menandakan sikap “wait and see” terhadap stabilitas rupiah.
Kesimpulan: Pasar kemarin menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi (volume naik) namun indeks melemah tipis. Asing masuk positif, tapi tekanan eksternal / teknikal membuat sentimen agak berhati-hati.
2. Outlook Pasar Hari Ini – Senin, 3 November 2025
Faktor pendukung
-
Asing masih dalam posisi net buy besar kemarin → bisa menjadi dukungan untuk sentimen positif jangka pendek.
-
Volume transaksi yang meningkat menunjukkan likuiditas pasar meningkat → potensi untuk pergerakan lebih jelas.
-
Kebijakan BI yang stabil memberi kepastian tingkat suku bunga → mengurangi satu risiko di pasar.
Risiko yang perlu diperhatikan
-
Posisi IHSG yang masih di bawah resistance membuat peluang naik terbatas — jika gagal breakout, potensi sisi lemah terbuka.
-
Kondisi ekonomi global / mata uang / arus modal asing tetap menjadi rangkaian risiko — pasar bisa cepat merespons berita negatif.
-
Karena volume besar namun indeks turun kemarin, mungkin ada distribusi yang belum terlihat — hati-hati jika saham naik tapi tanpa konfirmasi volume kuat.
Proyeksi teknikal
-
Support utama IHSG: ~8.080-8.150
-
Resistance utama: ~8.250-8.300
-
Jika IHSG dapat menerobos 8.250 dengan volume bagus, maka ada potensi akselerasi ke ~8.300.
-
Sebaliknya, jika gagal dan turun di bawah ~8.150, maka koreksi hingga ~8.080 bisa terjadi.
-
Strategi yang wajar: buy on dips di area support, dengan disiplin cut loss jika support gagal. Hal ini sejalan dengan rekomendasi riset.
3. Rekomendasi Saham yang Berpotensi untuk Hari Ini
Berdasarkan laporan riset serta data rekomendasi saham sebelumnya (31 Oktober) kami pilih beberapa saham yang bisa dipantau hari ini, dengan catatan bahwa data real-time lengkap tidak selalu tersedia publik secara gratis — sehingga angka target bersifat estimasi. Harap lakukan verifikasi lebih lanjut.
| Saham | Kode | Alasan | Area Beli / Target / Cut Loss* |
|---|---|---|---|
| CPIN (Charoen Pokphand Indonesia Tbk) | CPIN | Rekomendasi spesial (Spec Buy) sebelumnya karena potensi rebound. | Area beli ≈ 4.750-4.790; target dekat 4.860-4.900; cut loss < 4.720 |
| BREN (Barito Renewables Energy Tbk) | BREN | Potensi pada sektor energi/renewables yang mulai diperhatikan. | Area beli ≈ 8.475-8.600; target 8.725-8.850; cut loss < 8.450 |
| UNTR (United Tractors Tbk) | UNTR | Saham heavy equipment yang sering jadi favorit bila outlook konstruksi/komoditas membaik. | Buy if break ~28.000; target ~28.200-28.500; cut loss < 27.600 |
| UNVR (Unilever Indonesia Tbk) | UNVR | Saham konsumsi defensif — cocok bila pasar berhati-hati. | Area beli ≈ 2.530-2.560; target ~2.600-2.650; cut loss < 2.490 |
* Angka ini dari rekomendasi harian media riset; bukan jaminan keuntungan.
Catatan tambahan
-
Pastikan memeriksa volume pergerakan harian sebelum masuk — saham dengan kenaikan harga tinggi namun volume rendah bisa berisiko.
-
Karena likuiditas di BEI bisa bervariasi, penting untuk menggunakan stop loss dengan disiplin.
-
Untuk trading harian (day-trade) atau jangka pendek, perhatikan juga berita korporasi terbaru, penjualan asing, serta kondisi makro seperti rupiah dan suku bunga.